Tipe- tipe Ekosistem


1. Ekosistem Perairan (Akuatik)

Ekosistem perairan adalah komponen abiotiknya sebagian besar terdiri atas air. Ekosistem perairan dibedakan menjadi dua macam, yaitu ekosistem air tawar dan ekosistem air laut.

a. Ekosistem Air Tawar 
Ekosistem air tawar memiliki ciri-ciri abiotik sebagai berikut.
  • Memiliki kadar garam(salinitas) yang rendah, bahkan lebih rendah daripada cairan sel yang makhluk hidup.
  • Dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
  • Penetrasi atau masuknya cahaya matahari kurang
Berdasarkan keadaan airnya, ekosistem air tawar dibedakan menjadi dua macam, yaitu ekosistem air tawar lentik (tenang) dan ekosistem air tawar lotik (mengalir). Ekosistem air tawar lentik, misalnya sungai dan air terjun.

Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang menembus air, ekosistem air tawar dibagi menjadi beberapa zona (daerah), yaitu
  • Zona litoral, merupakan daerah dangkal yang dapat ditembus cahaya matahari hingga kedasar perairan
  • Zona limnetik, merupakan daerah terbuka yang jauh dari tepian sampai kedalaman yang masih dapat di tembus cahaya matahari.
  • Zona profundal, merupakan daerah yang dalam dan tidak dapat ditembus cahaya matahari. Di daerah ini tidak ditemukan organisme fotosintetik (produsen), tetapi dihuni oleh hewan pemangsa dan organisme pengurai.
2. Ekositem Air Laut 
Ekosistem air laut memiliki ciri-ciri abiotik sebagai berikut.
  • Memiliki kadar garam (salinitas) yang tinggi
  • Tidak dipengaruhi oleh iklim dan cuaca
  • Habitat air laut saling berhubungan antara laut yang satu dengan laut yang lain
  • Terdapat arus air laut yang pergerakannya dapat dipengaruhi oleh arah angin, perbedaan densitas (masa jenis) air, suhu, tekanan air, gaya gravitasi, dan gaya tektonik batuan bumi.
Berdasarkan intensitas cahaya matahari yang menembus air, ekosistem air laut dibagi menjadi beberapa zona (daerah), yaitu
  • Zona fotik, merupakan daerah yang dapat ditembus cahaya matahari, kedalaman air kurang dari 200 meter. Organisme yang mampu berfotosintesis banyak terdapat di zona fotik
  • Zona twilight, merupakan daerah dengan kedalaman air 200-2.000 meter. Cahaya matahari remang-remang tidak efektif untuk fotosintesis.
  • Zona afotik, merupakan daerah yang tidak dapat ditembus cahaya matahari sehingga selalu gelap.kedalama air lebih dari 2.000 meter.
Pembagian zona ekosistem air laut dimulai dari pantai hingga ketengah laut, yaitu
  • Zona litoral (pasang surut), merupakan daerah yang terendam saat terjadi dan seperti daratan saat air laut surut.
  • Zona neritik, merupakan daerah laut dangkal, kurang dari 200 meter. Zona ini dapat ditembus cahaya matahari dan dihuni ganggang laut dan ikan.
  • Zona batial, merupakan memiliki kedalam air 200-2.000 meter dan keadaannya remang-remang. Di zona ini tidak ada produsen, melainkan dihuni oleh nekton (organisme yang aktif berenang), misalnya ikan.
  • Zona abisal, merupakan daerah palung laut yang keadaannya gelap. Kedalaman air di zona abisal lebih dari 2.000 meter. Zona ini dihuni oleh hewan predator, detritivor (permakan sisa organisme), misalnya pengurai.
2. Ekosistem darat 
Ekosistem darat ialah ekosistem yang lingkungan fisiknya berupa daratan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tipe- tipe Ekosistem"

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungannya di blog "robi-biologi". Pertanyaan dan komentar silahkan tuliskan pada kotak komentar dibawah ini.